Kapten Vincent Raditya Dituding Affiliator Trading, Kini Dilaporkan ke Bareskrim : Okezone Celebrity

KINI giliran Kapten Vincent Raditya, selebgram sekaligus pilot, yang dilaporkan ke Bareskrim oleh korban trading Oxtrade. Kapten Vincent dituding menjadi affiliator.

Kuasa hukum korban, Irsan Gusfrianto, memaparkan pihaknya resmi membuat laporan polisi terhadap Kapten Vincent. Dia menegaskan Kapten Vincent berperan sebagai afiliator dari platform Oxtrade.


“Terlapor itu inisial VR selaku terindikasi sebagai afiliator dalam aplikasi Oxtrade yang semacam Binary Option. Jadi untuk terlapornya ini selaku afiliator ya,” kata pengacara pelapor, Irsan Gusfrianto, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (31/3/2022).

Kasus tersebut bermula saat korban berinisial FF mengikuti trading di aplikasi Oxtrade pada Oktober 2021.

Korban mengaku tertarik setelah melihat promosi yang dilakukan Kapten Vincent lewat unggahan Instagram pribadinya.

FF lantas bergabung dengan grup Telegram yang dibuat sang afiliator. Bahkan, dalam grup tersebut Kapten Vincet berstatus sebagai owner.

“Di dalam grup ini ada nama saudara terlapor (Kapten Vincent-red) tertulis sebagai owner di sini,” kata kuasa hukum korban lainnya, Prisky Riuzo Situru.

Adapun peran yang dilakukan Kapten Vincent dalam grup itu yakni melakukan edukasi cara bermain trading kepada para korban.

“Terlapor ini mengajar, mengedukasi bagaimana cara bermain Oxtrade ini. Yang jelas beberapa cara main diikuti klien kami sampai klien kami dapat akun dan memainkan trading ini. Jadi sebenarnya trading ini sama seperti Binomo dan Quotex yang kami laporkan di Bareskrim,” imbuhnya.

 BACA JUGA:Diduga Afiliator, Kolom Instagram Kapten Vincent Raditya Diserang Netizen

Kapten Vincent juga kerap memamerkan hasil tradingnya kepada korban. Dengan begitu, korban pun merasa semakin tertarik memainkan aplikasi trading Oxtrade ini.

“Di sini di dalam grup ini ada beberapa poin yang memerintahkan cara mainnya, etikanya. Di sini pun selain Kapten VR ini tidak boleh memberikan signal tanpa alasan apa pun untuk mengajar. Di dalam grup ini mereka diedukasi menebak bagaimana cara naik dan turunnya,” jelas Irsan.

Menyoroti hal itu, Irsan pun menjajarkan perilaku VR sama dengan motif Indra Kenz hingga Doni Salmanan yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka.

Dia juga mendesak agar pihak berwajib segera menetapkan VR sebagai tersangka.

“Jadi menurut kami, tidak ada alasan lagi terlapor ini tidak ditetapkan tersangka. Karena kedudukan terlapor ini sama persis dengan cara kerja dua orang yang telah ditetapkan tersangka di Mabes Polri. Cara kerjanya, cara jualannya sama persis, pamer hartanya sama persis,” tutur Irsan.

Atas kasus tersebut, pihak korban mengaku dirugikan hingga puluhan juta rupiah.

Bahkan, kata pihak pelapor, dalam grup Telegram yang dimiliki Kapten Vincent ada 14 ribu pengguna yang hingga kini masih aktif bermain trading.

Sekedar informasi, laporan korban telah teregister dalam nomor LP/B/1665/III/2022/SPKT/POLDA METRO JAYA, pertanggal 31 Maret 2022. Dalam laporan tertulis nama terlapor Kapten Vincent.

Ia dilaporkan atas dugaan pelanggaran Pasal 378 soal penipuan, UU Pasal 27 dan 28 UU ITE dan UU 8 tahun 201 soal TPPU.

We wish to thank the writer of this post for this awesome web content

Kapten Vincent Raditya Dituding Affiliator Trading, Kini Dilaporkan ke Bareskrim : Okezone Celebrity

Cool N Spicy